Mendidik Anak Setangguh Nabi Yusuf

Salah satu hal yang perlu dikhawatirkan oleh orang tua adalah mempunyai anak-anak yang lemah yaitu generasi ikut-ikutan (alay). Anak yang lemah adalah anak yang mudah dipengaruhi oleh orang lain. Oleh karenanya orang tua harus menerapkan pola pengasuhan yang benar untuk mendapatkan anak yang kuat. Pengasuhan anak merupakan tanggung jawab orang tua. Salah satu contoh anak yang kuat dan tangguh adalah Nabi Yusuf. Beberapa ketangguhan Nabi Yusuf adalah tangguh mengahadapi cobaan. Hal ini dibuktikan ketika beliau masuk penjara, Nabi Yusuf tetap sabar dengan cobaan yang tengah dihadapinya.

Ketangguhan lain yang dimiliki Nabi Yusuf adalah mampu melewati ujian syahwat. Ujian syahwat ini begitu besar karena dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain Nabi Yusuf digoda di negara lain yang tak seorangpun mengenalnya sehingga lebih mudah untuk melakukan maksiat, digoda wanita cantik, istri penguasa dan beliau normal. Nabi Yusuf mampu melewati semua cobaan yang ada karena adanya Allah sebagai sosok penyelamat serta Ayah yang hebat. Sosoh ayah memiliki peran yang besar dalam membentuk anak yang tangguh. Jadi rahasia anak menjadi tangguh adalah memiliki ikatan yang kuat dengan ayahnya. Ciri orang tua yang dekat dengan anaknya adalah tidak ada privasi. Anaknya menceritakan semua tentang dirinya kepada orang tuanya. Oleh karenanya cara untuk dekat dengan anak adalah dengan menjebol privasinya. Dalam kisah Nabi Yusuf, terdapat bagian yang menunjukkan kedekatannya dengan ayahnya yaitu ketika menceritakan mimpinya. Ketangguhan selanjutnya yang dimiliki Nabi Yusuf adalah tangguh di saat marah. Nabi Yusuf mampu mengusir dendam dalam jiwanya kepada yang mendzaliminya. Hal ini ditunjukkan ketika beliau memaafkan saudara-saudaranya yang telah membuang beliau ke dalam sumur.

Terkadang dalam membesarkan anak, seorang anak memusuhi ibunya. Hal ini dapat diakibatkan oleh beberapa hal antara lain ikatan yang salah sejak kecil seperti tidak menyusui anak, lalu peran ibu yang tertukar. Seharusnya Ibu memberi rasa nyaman dan ayah yang menetapkan aturan namun sekarang kebanyakan yang terjadi adalah sebaliknya. Yang harus dilakukan dalam menghadapai hal seperti ini adalah mengembalikan fungsi orang tua. Untuk meningkatkan hubungan Ibu dengan anak terdapat beberapa skill yang dapat membuat anak merindukan ibunya. Skill tersebut antara lain memasak, wajib memijit (memeluk, membelai), dan bisa mendengar.

Penulis: kasriani

Sebuah perjalanan mencari jati diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s