Islamic Parenting (Pengasuhan Anak Berbasis Keluarga)

Parenting adalah metode, cara, teknik dan aktifitas orang tua dalam mengasuh anak sebagai wujud tanggung jawab. Anak-anak harus diasuh sesuai dengan zamannya karena lingkungan dan tantangan setiap generasi itu berbeda. Apa yang dialami waktu kita kecil dengan apa yang dialami anak kita sekarang itu tidak sama, misalkan waktu kecil kita bermain permainan tradisional tapi anak jaman sekarang bermain video game.

Terdapat beberapa pilar dalam perlindungan anak antara lain yang pertama adalah orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Kelima elemen ini harus bersinergi sehingga anak dapat terlindungi baik dari kekerasan fisik ataupun mental. Keluarga yang tidak care memiliki andil yang besar dalam membentuk anak menjadi tidak baik seperti terperosok ke dalam pemakaian obat-obat terlarang dan perilaku menyimpang lainnya. Kehidupan anak akan lebih produktif jika tanpa TV di rumah. Penyebabnya adalah tayangan TV sekarang ini yang kebanyakan tidak mendidik anak menjadi lebih baik. Solusi lain adalah mengganti siaran-siaran yang tidak bermanfaat dengan CD edukatif, CD interaktif.

Dalam kehidapan anak, terdapat suatu teori yang berlaku yaitu teori pembiasaan. Anak-anak akan meniru apapun yang dilihat di sekitarnya. Yang paling dekat adalah orangtuanya. Oleh karena itu, orang tua harus memperlihatkan sikap yang positif dalam kehidupan sehari-harinya sehingga dapat diikuti oleh anaknya. Hal itu merupakan salah satu cara untuk mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik.

Lingkungan Pendidikan pada Anak:

  • Fase prenatal
  1. Pelantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an
  2. Rizki dan asupan gizi yang halal
  3. Pengondisian psikis orang tua yang stabil
  4. Mendoakan anak
  5. Memberikan stimulasi dengan kasih sayang
  • Pada saat lahir
  1. Memperdengarkan azan
  2. Tahnik
  3. Tasmiyah
  4. Aqiqah
  5. Khitan
  • Pendidikan anak pada usia dini
  1. Nilai kejujuran
  2. Tanggung jawab
  3. Kedisiplinan
  4. Menumbuhkan rasa malu (filosofi aurat)

Seorang anak tidak seharusnya diajari berbohong. Diajari berbohong ini maksudnya adalah orang tua berbohong terhadap anaknya misalnya mengatakan bahwa es krim tidak dijual di toko tertentu padahal toko itu menjualnya. Hal seperti ini dapat membuat anak memiliki konsep sendiri (menjadi terbiasa) dengan kebohongan sehingga di masa yang akan datang jika si anak mengetahui bahwa orang tuanya berbohong maka anak tersebut juga dapat melakukan hal yang sama. Si anak akan berfikir bahwa orang tuanya dapat berbohong sehingga dia juga bisa berbohong.

Cara terbaik dalam mendidik anak adalah dengan contoh terutama pada masa golden age. Misalnya untuk mendidik tentang sholat, saat adzan, Ayah ke Masjid dan Ibu mematikan TV. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah tindakan menyuruh anak melakukan sesuatu yang orang tuanya tidak melakukannya juga. Bagaimana mungkin bisa berhasil jika fakta yang ada dilapangan berbeda.

Penulis: kasriani

Sebuah perjalanan mencari jati diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s