3 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak

Ada beberapa kesalahan yang sering orang tua lakukan dalam mendidik anak. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat memberikan dampak yang berkelanjutan yang tidak baik bagi anak di masa depannya nanti. Orang tua seharusnya menjadi sahabat yang baik bagi anak dengan memberikan contoh perilaku yang dapat menjadikan anak memiliki pribadi yang lebih baik. Beberapa kesalahan dalam mendidik anak di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Pendengar yang buruk

Sebagian besar orang tua adalah pendengar yang buruk bagi anak-anaknya. Benarkah? Bila ada suatu masalah yang terjadi pada anak, orang tua lebih suka menyela, langsung menasehati tanpa mau bertanya permasalahannya serta asal usul kejadiannya. Bila kita tidak berusaha mendengarkan mereka, maka mereka pun akan bersikap seperti itu pada kita dan akan belajar mengabaikan kita.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jika kita tidak menghendaki hal ini terjadi, maka mulai saat ini jadilah pendengar yang baik. Perhatikan setiap ucapannya. Ajukan pertanyaan pertanyaan untuk menunjukkan ketertarikan kita akan persoalan yang dihadapinya.

2. Menghukum secara fisik

Dalam kondisi emosi, kita cenderung sensitif oleh perilaku anak, dimulai dengan suara keras, dan kemudian meningkat menjadi tindakan fisik yang menyakiti anak Jika kita terbiasa dengan keadaan ini, kita telah mendidiknya menjadi anak yang kejam, suka menyakiti orang lain dan suka membangkang. Perhatikan jika mereka bergaul dengan teman sebayanya. Percaya atau tidak, anak akan meniru tindakan kita yang suka memukul. Anak yang suka memukul temannya pada umumnya adalah anak yang sering dipukuli di rumahnya.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jangan pernah sekalipun menggunakan hukuman fisik kepada anak, mencubit, memukul, atau menampar . Gunakanlah kata-kata dan dialog, dan jika cara dialog tidak berhasil maka cobalah evaluasi diri kita. Temukanlah jenis kebiasaan yang keliru yang selama ini telah kita lakukan dan menyebabkan anak kita berperilaku seperti ini

3. Kakak harus selalu mengalah

Di negeri ini terdapat kebiasaan bahwa anak yang lebih tua harus selalu mengalah pada saudaranya yang lebih muda. Sering terjadi seorang kakak menjadi tertuduh jika adiknya menangis. Kadang orang tua mengatakan “kamu bagaimana sih, sudah besar tapi tidak mau mengalah pada adiknya” tanpa mengetahui persoalannya lebih jauh. Hal ini dapat menyebabkan si kakak menjadi anak yang tidak memiliki rasa percaya diri. Ia pun mulai membenci adiknya. Lama-kelamaan si kakak mulai banyak melawan atas ketidak adilan ini, dan yang terjadi kemudian adalah kedua bersaudara ini makin sering bertengkar. Sementara si adik yang selalu dibela menjadi makin egois dan makin berani menyakiti kakaknya, selalu merasa benar dan memberontak.
Apa yang seharusnya kita lakukan?
Anak harus diajari untuk memahami nilai benar dan salah atas perbuatannya terlepas dari apakah dia lebih muda atau lebih tua. Nilai benar dan salah tidak mengenal konteks usia. Benar selalu benar dan salah selalu salah berapapun usia pelakunya. Berlakulah adil. Ketahuilah informasi secara lengkap sebelum mengambil keputusan. Jelaskan nilai benar dan salah pada masing-masing anak, buat aturan main yang jelas yang mudah dipahami oleh anak-anak anda.

Penulis: kasriani

Sebuah perjalanan mencari jati diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s