Warna Kulit Sapi

Suatu siang yang mendung di wilayah Maros yang sebelumnya dipercaya sebagai daerahnya BTP, terdapat 3 orang mahasiswa yang kalau ditanya mengaku mahasiswa semester akhir (baca : semester 9). Mereka sedang bercakap mengisi udara yang didalamnya mulai banyak kebosanan yang melayang-layang. Nah berikut terdapat percakapan yang cukup menarik untuk disimak.

“Percaya ka itu sapi, cokelat warna kulitnya karena terlalu lama nakena’ sinar matahari”

” Astaga Ina, bisanya itu.” kata Ika

“Perhatikan mi ko saja, yang kecil warna cokelatnya lebih muda sedang yang sudah dewasa lebih cokelat ki lagi. Manusia saja kalo terlalu lama nakena’ matahari jadi cokelat kulitnya, pasti berlaku juga toh untuk sapi.” Yakin ina

“We, tidak semua itu sapi cokelat nah. Ada juga yang hitam.” Bantah Ika

“Ka dilahirkan memang begitu warnanya. Seandainya ada putihnya bulat-bulat mau ka bilangi polkadot. Liat ko itu sepatu proyek e, yang kecil warnanya lebih muda daripada yang besar. Itu juga sepatunya Mus, muda itu karena cokelatnya muda.”

“Lama mi ini.” Kata Mus.

Ina menolak mengomentari lebih lanjut tentang sepatu.

“Dengar ko nah…” sahut Ika

“Kenapa?” tantang Ina

“Ah, nda ji deh.” tolak Ika

“Apa? Bilang mi, mau ma siapkan jawaban yang bagus ini.”

“Ndak.” Ika geleng-geleng kepala. Mungkin tidak ingin membahas lebih lanjut teori konyol tentang warna kulit sapi.

 

BTN Asalmula B8/9, 4 Desember 2013

 

 

Penulis: kasriani

Sebuah perjalanan mencari jati diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s