Para Penulis Dunia yang Terhebat

Aku suka membaca buku terutama novel.  Versi bukunya  memang paling bagus yang dibaca tapi bagi mahasiswa yang uangnya pas-pasan ini mau tak mau sumbernya itu bacaan di perpustakaannya Unhas atau Ebook. Aku suka novel misteri yang terakhirnya tidak tertebak sebelumnya. Penulis novel yang selalu membuatku terkaget-kaget pada setiap akhir novelnya tidak lain dan tidak bukan adalah Agatha Christie, sang ratu cerita misteri. Dalam versiku tentang para penulis hebat, aku tempatkan Agatha Christie untuk urutan pertama.

 

Pertama kali buku karya Agatha Christie kutemukan di perpustakaan Unhas bagian fiksinya. Bukunya yang berjudul Kereta 4.50 dari Paddington merupakan yang pertama kubaca. Setelah itu aku jadi kecanduan karya Agatha Christie yang lain. Dengan berkeliling di perpustakaan Unhas, yang ternyata gara-gara ulah mahasiswa, letak buku jadi tidak beraturan sesuai dengan bagian-bagiannya. Di bagian fiksi ada buku sosial dan begitu pun sebaliknya. Namun seperti yang kukatakan tadi gara-gara kecanduan itu, aku terus mencari sampai-sampai kode untuk karya Agatha Christie aku sadari yaitu CHR yang sebelumnya tidak kuperhatikan. Usaha tidak sia-sia, aku dapatkan 3 karyanya yang lain. Ketika SMA dulu, aku memang pernah mendengar nama Agatha Christie yang disebut oleh pembimbing olimpiade biologi sebagai penulis yang bukunya beliau sukai. Saat itu kuanggap Agatha Christie sebagai penulis Indonesia, tapi ternyata bukan. Dia orang Inggris.

 

Ketika stok untuk karya Agatha Christie di perpus Unhas habis, aku mencarinya di internet. Ternyata internet itu perpustakaan yang luar biasa, karya Agatha Christie bertebaran di mana-mana. Karyanya yang kuanggap paling luar biasa yang membuatku sangat sangat sangat terkejut, tercengang adalah Pembunuhan Atas Roger Ackroyd. Alamat tempatku mendownload semua novel itu di www.kangzusi.com . Tempat ini adalah surganya ebook, gratis lagi. Selain tentang pembunuhan, karya Agatha Christie juga berisi tentang kisah cinta klasik. Walaupun itu Cuma bumbunya saja, tapi penggambarannya mengenai cinta begitu sederhana, tidak banyak tidak sedikit. Aku suka yang semacam ini. Penggambaran dalam setiap karakter yang diciptakannya begitu luar biasa dan bagiku itu salah satu daya tarik terbesar novel Agatha Christie. Kurasa Agatha Christie dalam masa hidupnya adalah seorang pengamat yang sangat baik. Tentang fashion itu, apakah begitu mudahnya menentukan pakaian seseorang berkualitas atau murahan?  Aku sulit membedakannya (atau memang Cuma aku yang tidak tahu?) tapi Agatha Christie menjelaskan dalam novelnya dengan caranya yang membuatku terkagum-kagum. Namun diantara semua itu, kehebatan Agatha Christie yang paling luar biasa di antara yang luar biasa adalah kemampuannya membuat cerita yang tidak terduga, tidak tertebak. Walaupun sudah puluhan karya Agatha Christie yang kubaca, aku tetap tak pernah berhasil menebak siapa pelakunya kecuali jika sudah berada di bab terakhirnya. Tapi apa gunanya menebak jika cerita sudah selangkah lagi berakhir? Ketika semua bukti-bukti ada di depan mata? Jika tebakanku di awal-awal cerita atau pertengahan benar, nah itu baru aku bisa bilang aku menang menebak. Jika tertarik ingin membaca novel Agatha Christie dan ingin menebak siapa sang pembunuh, aku berikan petunjuk Pembunuh adalah orang yang paling tidak dicurigai (kata-kata ini aku peroleh dari novel Agatha Christie sendiri yang mana menurut pengalamanku membaca karya-karyanya sejauh ini, itu terbukti)

 

Pernah aku membaca sebuah novel yang di dalamnya menyebut-nyebut karya Agatha Christie. Katanya melankolis, mendayu-dayu atau apakah, aku tidak terlalu ingat yang jelas maksudnya negatif. Aku sangat jengkel membaca ini. Kau tidak bisa mengatakan jelek karya orang lain yang kau sendiri tidak bisa membuat yang seperti itu. Penulis novel itu adalah orang Indonesia, novelnya sendiri bukan best seller di Indonesia apalagi di luar. Bandingkan dengan novel Agatha Christie yang best seller internasional, internasional! Amat sangat tidak etis dia berpendapat seperti itu dan seperti yang kukatakan tadi membuatku amat sangat jengkel. Namun sayangnya aku sudah lupa judul novel itu dan penulisnya, seandainya aku ingat, aku cantumkan di sini.

 

Bisa dikatakan sekarang saya telah menjadi salah satu penggemar Agatha Christie. Bahkan penulis hebat ini telah membuatku terinspirasi untuk membuat cerita yang seperti itu. Walaupun mungkin masih bukan pembunuhan tapi setidaknya endingnya tidak tertebaklah. Tapi rasanya aku gagal. Pernah aku membuat cerita pendek yang kuanggapnya terakhirnya tidak terduga. Tapi apa yang terjadi? Editornya malah merubah judul dari cerpen itu. Beh saya dibuat jengkel setengah mati. Apa-apaan itu, padahal judulnya itu diibaratkan nyawa yang ingin kusampaikan. Ugh… aku anggap itu karya yang gagal menyampaikan apa yang ingin aku sampaikan. Maklumlah masih amatiran. Walaupun begitu keinginan untuk membuat novel pembunuhan tak pernah surut aku rasa. Pertanyaan yang sering terlintas adalah siapa yang akan aku bunuh? Nah ini yang menarik. Kurasa orang-orang yang ada di sekitarku. Ah jangan katakan aku sadis, hanya saja mereka yang bisa memberikan inspirasi tentang karakter para pelaku. Mungkin baiknya senior di kampus yang menjengkelkan? Di dunia nyata kan tidak mungkin dilakukan, lakukan saja di dunia hayalan. Hehehe aku Cuma bercanda (benarkah?). Jadi jangan tanyakan imajinasi padaku, aku punya banyak dari indah sampai yang mengerikan. Aku akui isi kepalaku memang banyak aneh-anehnya. Suatu saat nanti mungkin aku akan benar-benar membuat karya seperti karya Agatha Christie.

 

Untuk urutan ke-2 dalam listku aku letakkan Dan Brown. Sebenarnya agak dilema tersendiri bagiku untuk memilih antara Dan Brown atau Sidney Sheldon. Tapi kuputuskan Dan Brown saja karena karyanya yang penuh kontroversi sekaligus luar biasa. Karya Dan Brown yang pertama kubaca adalah The Da Vinci Code. Ini adalah karya yang mengagumkan diluar kontroversinya tentang agama itu. Materi yang Dan Brown bahas dalam novel-novelnya sungguh beragam dan membutuhkan pengkajian yang dalam serta untuk mengumpulkan semua itu kurasa diperlukan riset yang serius dan mendalam. Walaupun kurasa novelnya itu agak bisa menyesatkan, mungkin para pembaca novel karya Dan Brown di luar sana mengerti apa yang kumaksud ini. Menyesatkan dalam artian membuat kita susah membedakan mana yang fiksi dan mana yang nyata. Karena Dan Brown telah mengukir sedemikian tipis hingga hampir tak terlihat untuk pembeda antara fiksi dan nyata pada setiap novelnya.

 

Sama dengan Agatha Christie, novel-novel Dan Brown pun akhirnya tidak tertebak. Sang penjahat adalah orang yang tidak disangka-sangka. Kurasa memang aku menyukai tipe yang seperti ini, ya yang tidak tertebak itu. Yang paling mengagumkan dari Dan Brown adalah kemampuannya dalam, ah bagaimana ya mengungkapkannya dalam tulisan agar apa yang di kepalaku tersampaikan dengan baik? Mmm kudapat, tentang pengetahuannya yang beragam misal  untuk karyanya The Da Vinci Code, di situ ada tentang seni, sejarah, dan agama. Penggambarannya tentang lukisan Leonardo Da Vinci yang menyimpan suatu rahasia besar benar-benar luar biasa. Aku jadi dibuat bingung, sulit mempercayai itu hanya sekedar fiksi. Sedangkan untuk novelnya Benteng Digital, ini membahas tentang kriptografer, pemecah kode. Yang ini disiplin ilmunya lain lagi, mengenai komputer. Adapun untuk Angel dan Demon bercerita tentang antimateri yang mempunyai manfaat sebesar bahaya yang bisa ditimbulkannya, kurasa ini mengenai ilmu fisika. Tak usahlah aku menyebutkan satu per satu karya dari Dan Brown, yang jelas semuanya sangat luar biasa (ntah berapa kali sudah aku katakan luar biasa untuk menggambarkan karya-karya Dan Brown).  Untuk para pecinta teka-teki, para penikmat teori konspirasi, bacalah setiap novel karya Dan Brown dan aku jamin kau akan terpuaskan.

 

Hasil dari aku membaca novel Dan Brown, aku menjadi bertanya-tanya. Memangkah di dunia nyata ini ada itu suatu organisasi mata-mata yang melihat setiap orang, mengawasi apakah keluar jalur atau tidak. Organisasi ini semacam NSA, FBI, CIA. Itu memang ada ya? Sulitnya kupercaya walaupun memang itu ada. Aku hanya hidup di tempat ini yang tak mengenal yang seperti itu. Bagiku semua itu hanya fiksi karena aku belum benar-benar menemuinya dalam dunia nyata. Mungkinkah memang itu hanya hidup di film atau menari-nari dalam novel?

 

Penulis ketiga yang kuanggap hebat adalah Sidney Sheldon. Awalnya kupikir Sidney Sheldon itu seorang perempuan tapi ternyata aku salah. Dia mulai menulis di usianya yang tidak muda, jadi ungkapan tentang tidak ada istilah terlalu tua untuk menulis itu benar. Memang sudah lama karyanya ada dalam perpustakaan ebookku tapi tak terlintas di kepalaku untuk membacanya karena menurutku agak tidak menarik. Entahlah mungkin karena judulnya barangkali. Tapi aku salah, ternyata karyanya hebat. Juga dengan akhir tak tertebak. Ada banyak disiplin ilmu dalam karya-karyanya. Ada yang bercerita tentang hukum, pengadilan. Ada tentang kekuatan pers, surat kabar. Tentang kontraktor, mewujudkan bangunan yang luar biasa disertai dengan intrik-intriknya. Juga tentang mafia. Bidang kedokteranpun tak luput menjadi tema dalam novelnya. Ciri khas dari novel Sidney Sheldon adalah pemeran utamanya yang perempuan. Berbagai macam karakter digambarkan dengan begitu menarik.

 

Aku dapat menyimpulkan bahwa dalam menulis sebuah novel yang hebat itu kau harus punya banyak pengetahuan. Itulah kehebatannya seorang penulis dibandingkan dengan profesi yang lain, disiplin ilmu yang dikuasainya beragam. Walaupun begitu, penulis yang begini tidak banyak. Penulis yang kuakui memiliki kemampuan seperti ini yang tertinggi adalah Dan Brown, seolah-olah dia menguasai sangat banyak disiplin ilmu dilihat dari bervariasinya tema yang dibahas dalam setiap novel yang  diciptakannya. Yang berikutnya adalah Sidney Sheldon.

 

Bagiku penulis adalah seorang pengamat kehidupan yang sangat hebat. Dan suatu saat nanti aku juga akan menjadi salah satu diantara mereka yang hebat itu.

Penulis: kasriani

Sebuah perjalanan mencari jati diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s