Aku dan Bunga

Mengapa aku menulis tentang bunga? Ya karena sedang ternspirasi dari buku yang aku baca, judulnya “Ketika Bunga Bicara”. Buku pinjaman dari sepupuku Ninna. Entahlah rasanya kenangan-kenangan tentang bunga di dalam hidupku juga lewat satu per satu yang buat tergelitik untuk segera menuliskannya sebelum lupa. Ini bukan tentang kisah cinta ya, rasanya tak seorang pun yang pernah berlutut memberiku bunga. Jiah….. Mengapa aku bilang ini, seperti aku mau sekali diperlakukan seperti itu walaupun sebenarnya hanya sekali juga tidaklah buruk.

Bunga ya, aku suka bunga mawar. Soalnya selain cantik, indah, mawar juga harum. Terutama mawar merah. Ketika dulu aku menemui bunga mawar, ternyata baunya itu beda-beda. Kukira mulanya sama, ternyata beda baunya jika warna mawarnya beda. Aku pernah lihat mawar pink, ternyata baunya kurang aku suka. Dulu ketika masa SMP, aku ingin sekali punya bunga mawar jadi aku minta steknya dari teman sekampung namanya Ida. Kuingat betapa frustasinya perasaanku ketika melihat tangkai mawar itu tak tumbuh-tumbuh di potnya. Malah dari ujung atas tangkai tersebut sudah mulai kecoklatan. Perlahan-lahan dari atas kebawah yang mulanya hijau. Setelah penantian yang sangat lama dan tak sabaran, akhirnya mawar itu tumbuh juga. Alhamdulillah… Mawar itu sekarang masih ada dirumahku, ada yang di pot dan ada juga yang di halaman. Mawar yang aku punya itu mawar yang bunganya agak kecil bukan seperti mawar yang aku lihat di film atau yang di jual di toko bunga. Kalau tidak salah ingat rasanya aku juga pernah punya mawar putih dan pink deh. Atau itu Cuma yang aku tanam tapi tidak tumbuh? Entahlah, lupa. Tapi yang tidak kulupa adalah mawar kuning. Pernah aku ke pasar dan membeli bibit mawar itu. Bibit mawar yang sudah ada bunganya, bunganya besar. Namun sayangnya, aku tak berhasil menumbuhkannya. Sedih sekali aku ketika itu. Aku punya impian, ketika nanti aku punya rumah sendiri, aku ingin punya mawar yang menjalar ke dinding seperti mawar di dinding “The Secret Garden”, novel terjemahan yang ceritanya bagus sekali. Mawar itu akan memenuhi dinding depan rumahku. Aku juga ingin punya taman seperti di Secret Garden, ah hayalan tingkat tinggi lagi ini, Hm.

Di rumahku itu ada banyak tanaman hias yang sayangnya agak kurang terawat dan tidak beraturan. Di teras depan rumah ada tangga dua tingkat yang memanjang sepanjang teras itu sendiri. Nah di dua tangga itulah berjejer tanaman hias dalam pot. Semua bunga yang ada di situ punya kisah masing-masing. Ada yang diambil dengan jelas namun ada juga yang diambil diam-diam. Duh… masa laluku. Minta maaf ya atas bunga yang diambil diam-diam bibitnya bagi orang yang merasa dirugikan. Itu dulu di zaman SMP. Sebenarnya dulu di rumahku tidak ada tanaman hias. Tanaman hias itu bermula dari keisenganku menanam tanaman-tanaman yang liar di gelas air minum atau wadah yang sejenis itu. Kalau tidak salah ini SD deh. Di pojok rumah aku menyusun papan sehingga bertingkat-tingkat. Nah disitulah aku menaruh tanaman-tanaman kecilku. Aku menanam bunga apapun yang menarik perhatianku. Tidak tergantung pada pendapat orang lain. Kan ada itu pendapat masyarakat umum yang mengatakan bahwa bunga ini lebih baik daripada yang ini. Padahal sebenarnya bunga itu tidak indah ji, Cuma karena pendapat umum mengatakan itu indah jadi kesimpulannya indah. Pokoknya pada masa-masa awal aku menanam tanaman-tanaman yang menarik perhatianku, tanaman yang menyembul di semak-semak, tanaman yang terlantar dan tidak diperhatikan. Aku kan tinggal di kampug jadi banyak itu tanaman-tanaman liar yang indah. Betapa serunya ketika aku masih seperti itu, tapi kawan seiring perkembangan aku jadi terpengaruh orang lain. Aku mulai menanam tanaman yang katanya orang indah. Tapi tidak terpengaruh berat juga soalnya pernah aku kecewa. Ada ibu guru yang mengomentari sebuah bunga katanya bunga itu bagus sekali kalau sudah besar. Ketika aku menanam bibitnya dan sudah menjadi besar ternyata bagusnya tidak seperti yang aku harapkan.

Hobiku yang suka menanam bunga itu sepertinya mulai menulari ibuku. Tiba-tiba beliau mulai membelikan aku pot plastik. Nah mulailah tanamanku terupgrade. Aku akhirnya memiliki bermacam-macam jenis bunga. Teras yang memiliki tangga memanjang itu dibuat untuk tempat pot bungaku. Seiring waktu minat ibuku terhadap bunga menjadi semakin meningkat saja. Beliau berkontribusi juga dalam keanekaragaman tanaman hias dalam pot yang ada di depan rumah. Kami pernah membuat pot sendiri dari campuran semen yang caranya aku baca dari buku di perpustakaan. Aku suka membaca buku tentang kerajinan tangan dan bercocok tanam. Sekarang ibuku sangat mencintai bunga-bunga yang ada di depan rumah itu, setiap meninggalkan rumah, ibuku selalu mengingatkan orang di rumah untuk menyiram bunga setiap pagi dan sore. Bahkan pernah bilang padaku bahwa beliau akan memberikan uang jajan pada anak tetangga untuk menyiram bunganya ketika akan ke Makassar karena tidak yakin ayahku akan melakukannya.

Namun pada saat sekarang ini, bungaku sudah banyak yang hilang. Mugkin gara-gara mati. Aku kan sudah lama tidak tinggal di kampung. Dulu aku punya krisan tiga warna, kuning, ungu dan putih. Yang ada sekarang Cuma warna kuning saja. Sedihnya… juga kaktus. Aku punya kaktus yang bulat-bulat itu tapi sekarang udah gak ada. Yang ada itu bunga kaktus yang panjang ke atas. Kaktusku itu unik sekali. Batangnya yang satu itu tinggi menjulang ke atas sampai-sampai hampir mencapai atap. Tapi pada akhirnya tidak pernah sampai. Mengapa? Karena ayahku menebangnya di tengah-tengah. Aku tidak mengerti juga kenapa ayahku menebangnya, kenapa coba, itu kan tidak mengganggu. Apa mungkin karena terlihat berbahaya karena menjulang tinggi sendirian? Entahlah…

Kembang kertas, nah bunga ini merupakan favorit ibuku. Aku suka menyambung kembang kertas ini dengan jenis yang lain. Jadi dalam satu pohon bisa punya dua warna bunga yang berbeda. Ada merah dan putih. Di masa SMPku tren bunga ini yang lagi booming. Banyak orang di kampungku yang melakukan hal serupa. Jadi aku ikutan juga. Betapa menyenangkan melihat jika sambungan yang kita lakukan berhasil. Bunga itu punya tren juga ternyata. Ketika bunga ini yang populer maka berikutnya bisa bunga itu yang populer. Seperti kembang kertas, aku ikut tren karena aku memang menyukainya. Tapi ketika bunga terkini yang lagi tren di kampungku, aku tidak ikut lagi soalnya aku kurang suka bunga ini. Entahlah kurang menarik saja. Aku lebih menyukai tanaman hias yang keindahannya itu pada bunganya daripada karena daunnya.

Bunga matahari juga pernah tumbuh di pekarangan rumah. Bunganya besar dan indah. Aku sangat menyukainya namun sekarang tidak adalagi. Sedih… termasuk tanaman-tanaman awal yang aku punya itu adalah nona makan sirih. Bunga ini indah tapi aku tidak mengerti mengapa orang jarang yang menanamnya ya? Bahkan terkesan diabaikan. Betapa indahnya nona makan sirih jika melilit di tiang yang melengkung.

Masa SMA. Pada masa ini ketika MOS kita disuruh untuk bawa tanaman hias. Di sarankan bawa bunga kamboja. Mulanya kupikir bunga kamboja itu adalah bunga yang nama aslinya adalah bunga mentega atau alamanda (nama yang kutahu ketika kuliah). Betapa memalukan memikirkannya sekarang ketika aku berdebat dengan Ida, menegaskan dengan keras kepala bahwa bunga mentega adalah bunga kamboja. Fyuh… bunga kamboja ternyata adalah bunga yang banyak tumbuh di kuburan. Bunga mentega yang menjadi bahan pembicaraan tersebut banyak tumbuh liar di dekat pendakian menuju desa Balebo. Maaf ya Ida… Bunga Kamboja termasuk bunga yang populer di masyarakat umum tapi yah di mataku kurang menarik.

Bunga kembang sepatu, nah bunga ini yang ada hubungannya dengan kisah cintaku yang kurang menyenangkan kalau tidak mau dibilang menyedihkan. Kembang sepatu warna orange yang tumbuh di samping kelas ketika SMA benar-benar menimbulkan rasa pahit manis jika melihat bunga itu kembali. Bunga itu selalu mekar dan menjadi saksi ketika aku dan teman-teman sedang duduk di samping kelas, bercerita pada siang hari, terkadang juga sore jika ada les. Oh ini bukan kisah cinta seperti memetik bunga kembang sepatu itu dan memberikannya kepada yang tercinta, bukan cerita seperti itu. Bunga itu hanya di situ, diam dan hanya menyaksikan aku yang menyaksikan diam-diam orang yang kusukai tersebut. Ketika dia datang di pagi hari. Ketika aku meliriknya diam-diam. Ketika melihat punggungnya berjalan pulang di sore hari. Ah, entahlah, aku merasa kembang sepatu orange itu menyaksikan semuanya. Itulah mengapa aku seperti tertarik ke masa lalu jika melihat kembang sepatu orange. Mau tidak mau aku jadi tersenyum melihat diriku yang itu. Terkadang yang menyedihkan juga bisa menyenangkan, tergantung waktunya.

Ketika kuliah ada satu bunga yang baunya lebih kusukai daripada bunga mawar merah. Dialah bunga pacci’ kaju kalau dalam bahasa tae’. Aku tidak tahu bahasa Indonesianya. Pokoknya baunya benar-benar harum dan aku sangat-sangat menyukainya. Setiap ke kampus dan melewati rumah yang ada pacci’ kayunya itu, aku akan selalu mengendus-ngendus untuk mendapatkan bau bunga itu. Jika aku sudah merasakan baunya, aku akan terdiam sesaat dan menarik nafas dalam-dalam. Aku selalu berfikir kenapa tanaman ini tidak dijadikan bahan parfum ya, padahal wangi begitu. Mungkin karena tanaman ini cuma ada di Indonesia dan mungkin juga para pelaku bisnis parfum belum menemukan bunga ini, itu juga ada di pikiranku. Yang jelas jika punya rumah sendiri nanti, aku berniat menanam tanaman ini di dekat jendela kamarku sehingga setiap pagi jika aku membuka jendela aku akan mendapatkan keharuman yang begitu menyegarkan. Kurasa tidak berlebihan jika kukatakan bahwa jika ada bau yang paling kusukai maka bau bunga paci’ kajulah yang nomor 1

Mendidik Anak Setangguh Nabi Yusuf

Salah satu hal yang perlu dikhawatirkan oleh orang tua adalah mempunyai anak-anak yang lemah yaitu generasi ikut-ikutan (alay). Anak yang lemah adalah anak yang mudah dipengaruhi oleh orang lain. Oleh karenanya orang tua harus menerapkan pola pengasuhan yang benar untuk mendapatkan anak yang kuat. Pengasuhan anak merupakan tanggung jawab orang tua. Salah satu contoh anak yang kuat dan tangguh adalah Nabi Yusuf. Beberapa ketangguhan Nabi Yusuf adalah tangguh mengahadapi cobaan. Hal ini dibuktikan ketika beliau masuk penjara, Nabi Yusuf tetap sabar dengan cobaan yang tengah dihadapinya.

Ketangguhan lain yang dimiliki Nabi Yusuf adalah mampu melewati ujian syahwat. Ujian syahwat ini begitu besar karena dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain Nabi Yusuf digoda di negara lain yang tak seorangpun mengenalnya sehingga lebih mudah untuk melakukan maksiat, digoda wanita cantik, istri penguasa dan beliau normal. Nabi Yusuf mampu melewati semua cobaan yang ada karena adanya Allah sebagai sosok penyelamat serta Ayah yang hebat. Sosoh ayah memiliki peran yang besar dalam membentuk anak yang tangguh. Jadi rahasia anak menjadi tangguh adalah memiliki ikatan yang kuat dengan ayahnya. Ciri orang tua yang dekat dengan anaknya adalah tidak ada privasi. Anaknya menceritakan semua tentang dirinya kepada orang tuanya. Oleh karenanya cara untuk dekat dengan anak adalah dengan menjebol privasinya. Dalam kisah Nabi Yusuf, terdapat bagian yang menunjukkan kedekatannya dengan ayahnya yaitu ketika menceritakan mimpinya. Ketangguhan selanjutnya yang dimiliki Nabi Yusuf adalah tangguh di saat marah. Nabi Yusuf mampu mengusir dendam dalam jiwanya kepada yang mendzaliminya. Hal ini ditunjukkan ketika beliau memaafkan saudara-saudaranya yang telah membuang beliau ke dalam sumur.

Terkadang dalam membesarkan anak, seorang anak memusuhi ibunya. Hal ini dapat diakibatkan oleh beberapa hal antara lain ikatan yang salah sejak kecil seperti tidak menyusui anak, lalu peran ibu yang tertukar. Seharusnya Ibu memberi rasa nyaman dan ayah yang menetapkan aturan namun sekarang kebanyakan yang terjadi adalah sebaliknya. Yang harus dilakukan dalam menghadapai hal seperti ini adalah mengembalikan fungsi orang tua. Untuk meningkatkan hubungan Ibu dengan anak terdapat beberapa skill yang dapat membuat anak merindukan ibunya. Skill tersebut antara lain memasak, wajib memijit (memeluk, membelai), dan bisa mendengar.

3 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak

Ada beberapa kesalahan yang sering orang tua lakukan dalam mendidik anak. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat memberikan dampak yang berkelanjutan yang tidak baik bagi anak di masa depannya nanti. Orang tua seharusnya menjadi sahabat yang baik bagi anak dengan memberikan contoh perilaku yang dapat menjadikan anak memiliki pribadi yang lebih baik. Beberapa kesalahan dalam mendidik anak di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Pendengar yang buruk

Sebagian besar orang tua adalah pendengar yang buruk bagi anak-anaknya. Benarkah? Bila ada suatu masalah yang terjadi pada anak, orang tua lebih suka menyela, langsung menasehati tanpa mau bertanya permasalahannya serta asal usul kejadiannya. Bila kita tidak berusaha mendengarkan mereka, maka mereka pun akan bersikap seperti itu pada kita dan akan belajar mengabaikan kita.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jika kita tidak menghendaki hal ini terjadi, maka mulai saat ini jadilah pendengar yang baik. Perhatikan setiap ucapannya. Ajukan pertanyaan pertanyaan untuk menunjukkan ketertarikan kita akan persoalan yang dihadapinya.

2. Menghukum secara fisik

Dalam kondisi emosi, kita cenderung sensitif oleh perilaku anak, dimulai dengan suara keras, dan kemudian meningkat menjadi tindakan fisik yang menyakiti anak Jika kita terbiasa dengan keadaan ini, kita telah mendidiknya menjadi anak yang kejam, suka menyakiti orang lain dan suka membangkang. Perhatikan jika mereka bergaul dengan teman sebayanya. Percaya atau tidak, anak akan meniru tindakan kita yang suka memukul. Anak yang suka memukul temannya pada umumnya adalah anak yang sering dipukuli di rumahnya.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jangan pernah sekalipun menggunakan hukuman fisik kepada anak, mencubit, memukul, atau menampar . Gunakanlah kata-kata dan dialog, dan jika cara dialog tidak berhasil maka cobalah evaluasi diri kita. Temukanlah jenis kebiasaan yang keliru yang selama ini telah kita lakukan dan menyebabkan anak kita berperilaku seperti ini

3. Kakak harus selalu mengalah

Di negeri ini terdapat kebiasaan bahwa anak yang lebih tua harus selalu mengalah pada saudaranya yang lebih muda. Sering terjadi seorang kakak menjadi tertuduh jika adiknya menangis. Kadang orang tua mengatakan “kamu bagaimana sih, sudah besar tapi tidak mau mengalah pada adiknya” tanpa mengetahui persoalannya lebih jauh. Hal ini dapat menyebabkan si kakak menjadi anak yang tidak memiliki rasa percaya diri. Ia pun mulai membenci adiknya. Lama-kelamaan si kakak mulai banyak melawan atas ketidak adilan ini, dan yang terjadi kemudian adalah kedua bersaudara ini makin sering bertengkar. Sementara si adik yang selalu dibela menjadi makin egois dan makin berani menyakiti kakaknya, selalu merasa benar dan memberontak.
Apa yang seharusnya kita lakukan?
Anak harus diajari untuk memahami nilai benar dan salah atas perbuatannya terlepas dari apakah dia lebih muda atau lebih tua. Nilai benar dan salah tidak mengenal konteks usia. Benar selalu benar dan salah selalu salah berapapun usia pelakunya. Berlakulah adil. Ketahuilah informasi secara lengkap sebelum mengambil keputusan. Jelaskan nilai benar dan salah pada masing-masing anak, buat aturan main yang jelas yang mudah dipahami oleh anak-anak anda.

Islamic Parenting (Pengasuhan Anak Berbasis Keluarga)

Parenting adalah metode, cara, teknik dan aktifitas orang tua dalam mengasuh anak sebagai wujud tanggung jawab. Anak-anak harus diasuh sesuai dengan zamannya karena lingkungan dan tantangan setiap generasi itu berbeda. Apa yang dialami waktu kita kecil dengan apa yang dialami anak kita sekarang itu tidak sama, misalkan waktu kecil kita bermain permainan tradisional tapi anak jaman sekarang bermain video game.

Terdapat beberapa pilar dalam perlindungan anak antara lain yang pertama adalah orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Kelima elemen ini harus bersinergi sehingga anak dapat terlindungi baik dari kekerasan fisik ataupun mental. Keluarga yang tidak care memiliki andil yang besar dalam membentuk anak menjadi tidak baik seperti terperosok ke dalam pemakaian obat-obat terlarang dan perilaku menyimpang lainnya. Kehidupan anak akan lebih produktif jika tanpa TV di rumah. Penyebabnya adalah tayangan TV sekarang ini yang kebanyakan tidak mendidik anak menjadi lebih baik. Solusi lain adalah mengganti siaran-siaran yang tidak bermanfaat dengan CD edukatif, CD interaktif.

Dalam kehidapan anak, terdapat suatu teori yang berlaku yaitu teori pembiasaan. Anak-anak akan meniru apapun yang dilihat di sekitarnya. Yang paling dekat adalah orangtuanya. Oleh karena itu, orang tua harus memperlihatkan sikap yang positif dalam kehidupan sehari-harinya sehingga dapat diikuti oleh anaknya. Hal itu merupakan salah satu cara untuk mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik.

Lingkungan Pendidikan pada Anak:

  • Fase prenatal
  1. Pelantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an
  2. Rizki dan asupan gizi yang halal
  3. Pengondisian psikis orang tua yang stabil
  4. Mendoakan anak
  5. Memberikan stimulasi dengan kasih sayang
  • Pada saat lahir
  1. Memperdengarkan azan
  2. Tahnik
  3. Tasmiyah
  4. Aqiqah
  5. Khitan
  • Pendidikan anak pada usia dini
  1. Nilai kejujuran
  2. Tanggung jawab
  3. Kedisiplinan
  4. Menumbuhkan rasa malu (filosofi aurat)

Seorang anak tidak seharusnya diajari berbohong. Diajari berbohong ini maksudnya adalah orang tua berbohong terhadap anaknya misalnya mengatakan bahwa es krim tidak dijual di toko tertentu padahal toko itu menjualnya. Hal seperti ini dapat membuat anak memiliki konsep sendiri (menjadi terbiasa) dengan kebohongan sehingga di masa yang akan datang jika si anak mengetahui bahwa orang tuanya berbohong maka anak tersebut juga dapat melakukan hal yang sama. Si anak akan berfikir bahwa orang tuanya dapat berbohong sehingga dia juga bisa berbohong.

Cara terbaik dalam mendidik anak adalah dengan contoh terutama pada masa golden age. Misalnya untuk mendidik tentang sholat, saat adzan, Ayah ke Masjid dan Ibu mematikan TV. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah tindakan menyuruh anak melakukan sesuatu yang orang tuanya tidak melakukannya juga. Bagaimana mungkin bisa berhasil jika fakta yang ada dilapangan berbeda.

Cara Membuat Tempat Tissue dari Kain Perca

Awal mula buat ini gara-gara tidak tahan melihat bungkus tissue yang terlalu mencolok. Dia seolah-olah berdiri sendiri, tidak menyatu dengan warna latar yang ada sekelilingnya. Ya jadilah saya terpikirkan untuk membuat tempat tissue yang lebih menarik, yang enak dilihat. Ditambah juga ada kain sisa yang nda ditau mau diapai. Ketika saya sudah ambil itu kain, mau mi dibungkus ceritanya, ah bingunglah bagaimana cara bungkusnya. Jadinya saya cari-cari contoh di internet. Kebanyakan yang ada dari flanel. Memang sih kain flanelku ada, hanya saja lem foxnya sudah habis. Akhirnya lupakan itu flanel, putar otaklah untuk bikin dari kain lain. Tadi kan saya bingung bungkusnya, setelah liat-liat terpikirlah untuk bikin kotak dulu. Ok, langsung saja cek tutorialnya:

1. siapkan alat dan bahan

Image

2. Buat kotak, seperti gambar di bawah. Kainnya dilekatkan dengan staples itu ya. Kotaknya ini dibuat dari kertas brosur.

Image

3. Ini untuk tutup kotak. Fungsinya lakban ada di sini.

Image

4. Untuk melekatkan kain pada tutupnya, aku gunakan jahitan. Untuk keindahan.

Image

Image

5. Jreng…..jreng….. jadi deh tempat tissuenya

Image

Image

Image

Image

Image

Cara menghilangkan garis bawah merah dan hijau ketika mengetik di Microsoft Word 2010

     Menjengkelkan bukan jika mengetik suatu kata lalu menekan spasi, eh kata yang sudah diketik tersebut ada garis bawah merahnya, yang keriting ituloh. Kadang juga ada warna hijau. Setelah mati-matian cari di help (f1) walaupun nda ketemu-ketemu juga, Alhamdulillah dengan cara trial and error akhirnya berhasil. Neh step-stepnya :

1. Buka word

2. Klik file

3. Klik help

4. Klik option

5. Klik proofing

6. Hilangkan centang pada :

> Check spelling as your type

> Use contextual spelling

> Mark grammar errors as your type

> Check grammar with spelling

7. Lalu klik ok

Warna Kulit Sapi

Suatu siang yang mendung di wilayah Maros yang sebelumnya dipercaya sebagai daerahnya BTP, terdapat 3 orang mahasiswa yang kalau ditanya mengaku mahasiswa semester akhir (baca : semester 9). Mereka sedang bercakap mengisi udara yang didalamnya mulai banyak kebosanan yang melayang-layang. Nah berikut terdapat percakapan yang cukup menarik untuk disimak.

“Percaya ka itu sapi, cokelat warna kulitnya karena terlalu lama nakena’ sinar matahari”

” Astaga Ina, bisanya itu.” kata Ika

“Perhatikan mi ko saja, yang kecil warna cokelatnya lebih muda sedang yang sudah dewasa lebih cokelat ki lagi. Manusia saja kalo terlalu lama nakena’ matahari jadi cokelat kulitnya, pasti berlaku juga toh untuk sapi.” Yakin ina

“We, tidak semua itu sapi cokelat nah. Ada juga yang hitam.” Bantah Ika

“Ka dilahirkan memang begitu warnanya. Seandainya ada putihnya bulat-bulat mau ka bilangi polkadot. Liat ko itu sepatu proyek e, yang kecil warnanya lebih muda daripada yang besar. Itu juga sepatunya Mus, muda itu karena cokelatnya muda.”

“Lama mi ini.” Kata Mus.

Ina menolak mengomentari lebih lanjut tentang sepatu.

“Dengar ko nah…” sahut Ika

“Kenapa?” tantang Ina

“Ah, nda ji deh.” tolak Ika

“Apa? Bilang mi, mau ma siapkan jawaban yang bagus ini.”

“Ndak.” Ika geleng-geleng kepala. Mungkin tidak ingin membahas lebih lanjut teori konyol tentang warna kulit sapi.

 

BTN Asalmula B8/9, 4 Desember 2013